Bagaimana Hukum Memelihara Kucing dalam Islam ?

hukum memelihara kucing

Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan keseimbangan. Peran manusia dalam menjaga alam semesta ini adalah dengan memelihara seluruh alam semesta mulai dari hewan, tumbuhan dan manusia. Lalu bagaimana hukum memelihara kucing dalam Islam?

Kucing merupakan salah satu binatang yang cukup di cintai Baginda Rasul dan sahabat. Sehingga dapat kita tarik kesimpulan kalau hukum memelihara kucing dalam Islam adalah boleh. Secara Nabi malah mencontohkannya.

Diceritakan dalam kisah kisah Nabi, waktu itu Nabi Muhammad SAW memiliki kucing yang bernama Muezza dan beliau sangat menyukainya. Sehingga dengan mengetahui fakta tersebut, hendaklah kita jangan sampai menyakiti kucing. Sebab itu merupakan salah satu binatang kesayangan rasul.

Kenali dan Pahami Hukum Memelihara Kucing

Terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat memelihara kucing, agar tidak salah kaprah. Berikut poinya:

1. Tidak Boleh Jadi Sesembahan

Allah SWT tidak melarang hambarnya untuk memelihara kucing, namun jangan sampai menjadikan kucing sebagai bahan sesembahan arena hal tersebut mengarahkan kepada kemusyrikan. Sebenarnya hal ini juga berlaku untuk benda Apapun itu.

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.” (QS Muhammad : 19)

Terkadang manusia luput dan tidak sadar akan kesalahanya karena telah melampaui batasan. Padahal Allah sudah memberi peringatan kepada manusia namun terkadang terbawa oleh rayuan setan. Sehingga seseorang menganggap binatang peliharaan segalanya.

Baca Juga

Daftar Nama Nama Kucing Dalam Islam

2. Selalu Memperhatikan Kebersihan dan Menghindari Najis

Meski kucing boleh kamu pelihara, namun seseorang tetap harus memperhatikan kebersihan serta kotoran atau najis kucing. Terutamanya ketika kucing menyentuh tempat ibadah, karena jika kamu biarkan saja najis akan menyebar dan membuat ibadah menjadi tidak sah.

Selain itu, kucing juga membutuhkan perawatan kebersihan seperti halnya mandi. Seperti yang telah kita ketahui bahwa najis atau kotoran dapat memicu timbulnya penyakit. Tentunya ketika seseorang telah siap memelihara kucing harus memperhatikan kondisi kucing.

Ini tentu harus menjadi point yang perlu kamu waspadai dan tidak boleh dianggap remeh.

3. Tidak Mencintai Berlebihan

Beberapa waktu lalu di negara Barat terdapat orang menikahi kucing karena saking cintanya dengan binatang peliharaan tersebut. Perlu kamu pahami bahwa mencintai secara berlebihan terhadap segala sesuatu akan menyebabkan sesuatu itu tidak memiliki fungsi, peran dan hakikat aslinya.

Untuk itu, selayaknya seseorang tidak mencintai kucing secara berlebihan. Ingatlah posisi kucing disini hanya sebagai seorang hewan peliharaan. Tujuan memelihara kucing semata-mata hanya untuk merawat dan menjaga untuk mencari ridho Allah. Demikian ulasan mengenai hukum memelihara kucing dalam Islam, semoga bermanfaat dan menjadi salah satu referensi dalam memelihara kucing sebagaimana mestinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!